Liputan6.com, Kediri: Hampir sama dengan pondok pesantren pada umumnya, Ponpes Lirboyo di Kediri, Jawa Timur, juga sarat dengan aktivitas keagamaan. Satu di antaranya belajar pengajian kita hingga 20 jam.
Salah seorang pengajar Ponpes Lirboyo Muhammad Murtadlo mengatakan, para santri biasanya belajar mulai pagi hingga malam. "Biasanya dimulai habis Salat Subuh, zikir bersama dulu selama sejam. Baru belajar sampai malam. Istirahatnya ketika salat," ujar Murtadlo, Ahad (7/8).
Salah seorang pengajar Ponpes Lirboyo Muhammad Murtadlo mengatakan, para santri biasanya belajar mulai pagi hingga malam. "Biasanya dimulai habis Salat Subuh, zikir bersama dulu selama sejam. Baru belajar sampai malam. Istirahatnya ketika salat," ujar Murtadlo, Ahad (7/8).
Ada beberapa kitab yang diajarkan kepada santri selama Ramadan. Misalnya kitab bernama Murokil Ubudiyah. Isinya membahas tentang ibadah, seperti salat, puasa, zakat, dan seterusnya. Kemudian ada juga kitab Ifadhatul Tulat yang membahas tentang boleh tidaknya ziarah kubur, tawasul, dan sebagainya.
"Ada lagi Mizanul Aman dan Minhajul Abidin (tentang tasawuf dan tarikat), dan Dalalilul Khoirat (tentang salawat). Yang terakhir ini yang khusus atau rutin diajarkan Kiai (KH Ahmad Idris Marzuqi, cucu pendiri pesantren)," jelasnya.
Hal sama juga diakui santri asal Jombang, Ahmad Marzuki. Terkadang untuk menyelesaikan satu buah kitab dengan target waktu yang lebih cepat, para santri harus belajar selama hampir 24 jam. "Saya kebetulan ikut ngaji kitab Riyadusolihin itu sama Kiai KH Anwar Mansyur sampai jam 12 malam. Bahkan kalau lagi ngebut bisa sampai jam tiga pagi," ujar santri asal Jombang yang mengaku sudah empat tahun di pesantren yang didirikan sejak tahun 1910 ini.(ULF)


1 komentar:
Posting Komentar